Virginity itu dilihat dari apa sih?

Halo semuanya,  sudah lama tidak menulis. Terakhir menulis gua masih SMA kelas 1, masih mau kencur dan gatau apa-apa soal dunia ini. Sekarang gua sudah kuliah,  dan masih aja gak tau apa-apa soal dunia ini sih. Hehe. Tapi gua ingin membahas sebuah topik yang cukup sensitif di masyarakat kita ini.

Keperawanan.

Wow, vulgar sekali kamu venny. Yaps,  i'm so sorry kalo misalnya topik ini mengganggu kalian,  baik pria maupun wanita. Tapi gua hanya ingin menuangkan pikiran gua soal keperawanan ini.

Sebenarnya,  apa sih "perawan" menurut kamu? Apakah keperawanan seseorang diukur dari ada tidaknya selaput dara? Jadi kalau wanita masih punya selaput dara itu perawan,  kalo udah gak ada berarti udah gak perawan, iya gitu?

Nah disini gua akan memberikan pendapat gua. Semua tulisan ini murni pemikiran dan pendapat gua kok guys,  gak bermaksud menggurui atau memaksa kalian setuju dengan pemikiran gua.

Pertama,  gua tidak menilai keperawanan seseorang dari selaput dara. Kenapa? Karena gua tidak tahu selaput dara itu ada di mana. /plak/ Tapi serius, meskipin gua dulu anak IPA, gua beneran gatau di mana letak dan bagaimana bentuk selaput dara. Gua tidak tahu apakah selaput dara yang sudah robek memberikan efek yang berbeda pada perempuan. Tapi dari yang gua baca, selaput dara itu memiliki berbagai macam bentuk, ketebalan,  dan tingkat elastisitas yang berbeda tiap orang. Bahkan,  ada wanita yang dilahirkan tanpa memiliki selaput dara. Nah kalo begitu gimana dong? Masa dari lahir udah ga perawan? Ehehehe mikir gak lo...
Selaput dara bisa robek karena aktivitas yang berat,  seperti bersepeda, atau berkuda. Selaput dara juga bisa robek karena benturan, misalnya lagi main lari-larian terus jatuh gedebak, nah itu bisa robek. Nah kalau begitu apakah keperawanan lu hilang karena lu berolahraga atau jatuh? Ya kan tidak dong.
Darah yang muncul pada malam pertama bersama suami juga belum tentu menjadi penegas bahwa seorang wanita perawan. Kembali lagi dari apa yang gua baca, tergantung tingkat elastisitasnya,  selaput dara wanita bisa aja gak berdarah sewaktu robek. Atau bisa aja sangking tebelnya malah kaga robek-robek meskipun udah berkali-kali berhubungan. Tolong jangan tanya gua penjelasannya gimana,  semua ini hanya gua baca dan gua ga menemukan penjelasan konkretnya. Gua emang ga niat nyari juga si ehehehe. Jadi menurut gua,  dengan segala keunikan yang Tuhan ciptakan pada selaput dara wanita ini, selaput dara TIDAK BISA menjadi tolok ukur seseorang masih perawan atau tidak.

Lalu lu ngukur keperawanan dari mana dong?

Nah gua mengukur keperawanan seseorang dari pernah atau tidaknya dia melakukan aktivitas seksual. Bener-bener aktivitas seksual ya,  yang mana ada proses penetrasi penis ke dalam vagina. Kalau sudah pernah, nah baru dah tu menurut gua lu sudah tidak lagi perawan. Lu sudah punya pengalaman dan cerita. Karena apa,  karena keperawanan itu kan selalu disebut-sebut sebagai sesuatu yang berharga buat perempuan yang harus dijaga sampai menikah. Nah itu tidak hanya persoalan selembar selaput dara tapi meliputi kejujuran yang diberikan istri kepada suami. Apakah si istri jujur pada suami bahwa si suami adalah yang pertama atau tidak. Begitu menurut gua.

Nah untuk kamu, para wanita,  siapapun kamu disana yang sedang membawa tulisan omong kosong gua ini, jika selaput daramu masih utuh dan kamu tidak pernah berhubungan seksual, pertahankan! Seriously pertahankan! Jangan karena godaan cowok bermulut manis kamu rela ngasih "first time" kamu sama dia. JANGAN. Kalo pacarmu pake embel-embel "biar kita makin lengket" atau "kalau kamu sayang buktiin dong" tolak!  Tolak beneran!  Cowok itu kalo udah nafsu,  segala-galanya dia lakuin untuk dapatin apa yang dia mau. (monmaap buat cowok-cowok,  gua ga lagi ngegibahin cowok kok,  yang gua maksud disini cowok yang sedang nafsu. Kalo lu pada bukan, berarti santai,  bukan kalian yang gua maksud.) Pertahankan "first time" kamu untuk suamimu. Kalau pacarmu orang baik dan tepat buat kamu,  dia pasti gak akan "ngerusak" kamu sebelum kamu diresmikan sama dia.

Kan ada ven yang udah pernah "begituan" tapi nikah juga di akhirnya?

Ya syukur kepada Tuhan ya lakinya setia sama dia sampe akhir mau menikah. Syukur kepada Tuhan juga hubungan mereka lancar-lancar aja sampai menikah. Lah kalo nggak? Rugi bandar cyin...  Berapakah presentase hubungan orang yang pernah "begituan" akhirnya menikah? Banyakan mana sama yang udah pernah begituan terus putus? Hayo? Mang kamu bisa jamin kamu akan menikah sama dia? Hayo?
Selagi bisa dihindari,  hindari. Gausa dulu gitu gituan kalo belum nikah. Harus si harus,  jangan selagi bisa lagi,  HARUS DIJAUHI!

Seringkali perasaan ingin berzinah itu muncul tanpa harus ada paksaan ataupun rayuan cowo. Inilah mengapa jaman dulu nenek bilang kalau cewe dan cowo berdua tengahnya setan. Karena memang benar adanya. Seringkali perasaan ingin berzinah itu muncul karena adanya perasaan romantis yang entah muncul dari mana asalnya disaat sedang berduaan dengan pasangan. Kalo dikasih ilustrasi tuh ibaratnya macem ada pink-pink diantara kalian. Lantas kalau sudah begitu bagaimana menghindarinya? Cara paling ampuh dari Venny adalah dengan MENGINGAT WAJAH IBUMU. Inget-inget wejangan ibu tentang menjaga diri, niscaya imanmu akan lebih tebal dari sebelumnya. Inget aja wajah ibu ya.

Nah untuk kamu yang selaput daranya sudah robek namun tidak pernah melakukan hubungan seksual. KAMU MASIH PERAWAN. ingat ya,  KAMU MASIH PERAWAN. Yang hilang cuma selaput dara,  tapi kepolosanmu tetap ada. Jangan berkecil hati,  jangan bersedih,  jangan down mentalmu. Kamu masih gadis kok tenang aja. Keperawananmu hilang karena ketidaksengajaan, bukan karena perbuatan laki-laki,  jadi tidak apa-apa. Jangan sedih.

Untuk kamu yang sudah tidak perawan dalam artian sebenarnya. Tobat nak,  tobat. Jika sudah tobat,  selamat datang di dunia yang baru. Lupakan masa lalu, jangan terlalu larut dalam penyesalan, jadikan pembelajaran. Jika kamu kehilangan keperawanan karena sesuatu yang tidak kamu inginkan, bangkitlah!  Bangkit! Semangat menjalani hidup ini! Hidup cuma sekali terlalu sayang kalau kamu gunakan untuk merenung dan bersedih menyesali masa lalu. KAMU BERHAK PUNYA KEBAHAGIAAN. Bahagia bukan selalu tentang keperawanan. Kamu tidak hidup didunia sesempit itu yang melulu mempermasalahkan soal keperawanan. Masih banyak orang diluar sana yang akan menerima kamu, yang sudah tidak perawan dibawah kesadaran ataupun karena paksaan, asalkan kamu membenahi diri dengan sebaik-baiknya, selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik dari kemarin. Percayalah teman, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kamu akan menemukan orang baik yang akan menerima kamu apa adanya!


Untuk para lelaki, jangan primitif amat lah. Lagi malam pertama kaga lihat darah bilang istri kaga perawan minta cerai. Lagi malam pertama kaga nembus apa-apa bilang istri cewek ga bener minta cerai. Lu pada nikah nyari teman hidup apa teman tidur? Kalau dah siap nikah dah harus siap dong nerima baik buruknya sang istri, masa karena selaput dara kagak ada minta cerai. Huft...

Kan aku mau dapat istri yang sempurna, salah?
Ya gak salah, tapi gak harus merendahkan istri lu juga kalo emang kenyataannya dia gak sesuai yang lo mau. Kan lu juga yang memutuskan nikah sama dia,  masa karena dia gak perawan lu langsung kaga cinta? Kecewa mah pasti, tapi berusaha menerima istri gak ada salahnya kan? Terima dulu istri lu apa adanya,  maka kebahagiaan akan menyelimuti keluarga kalian. Gitu loh maksud aku.


So ya sekian tulisan omong kosong gua tentang keperawanan,  terima kasih sudah membaca. Mohon maaf jika ada salah-salah kata atau kalimat, kata yang menyinggung perasaan,  tidak bermaksud sama sekali kok. Hanya menuangkan pikiran karena gatau mau ngapain. Jika tulisan ini tidak sesuai dengan pendapat anda,  silahkan berpegang teguh pada pendapat anda,  tidak usah bergibah,  dosa. Tidak usah juga ngajak berdebat dengan saya karena saya tidak mau menanggapi. HAHAHAHA. Sekali lagi terima kasih dan sampai jumpa kembali!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acne? here is the solution!

punya pacar tapi suka sama orang lain salah ga si?